3.3.A.10. AKSI NYATA- PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

3.3.A.10. AKSI NYATA- PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAKPADAMURID

            PROGRAM SEKOLAH HIJAU 

           (GREEN SHOOL PROGRAM)   DI SMPN 3                                    GADING


                      Oleh : SUYATNO TRI KURNIAWAN -                                      CGP 04.97 SMPN 3 GADING 

                     KAB. PROBOLINGGO  JAWA TIMUR


REFLEKSI 4 

F 1. Peristiwa (Fact)

 Latar Belakang 

Sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional, SMPN 3 Gading selalu megedepankanlingkungansebagai asset yang tak terbantahkan dalam mendukung pembelajaran yangberihakpadamurid. Pembelajaran yang nyaman dan ramah anak tentu harus ditunjang dengankondisilingkungan yang sejuk, rindang dan kaya akan oksigen. Kenyamanan belajar muriddapatdiwujudkan dengan kelas yang bersih, pencahayaan kelas yang baik, suhuruangyangnyaman, penataan tempat duduk yang baik; tingkat kebisingan yang rendah, penggunaaniringan musik instrumental, adanya tata tertib kelas, dan penataan komunitas belajaryangmendukung proses pembelajaran (Widodo, W. 2017). Faktor kualitas udara, cahaya dan suhu memainkan peran penting. Ketiga hal tersebut berkontribusi untuk setengahdari totaldampak kepada murid. Lebih spesifik berkenaan dengan suhu udarayangsesuaidenganiklim khatulistiwa. Hartawan, A. (2012) menentukan batas-batas kenyamananuntukkondisi khatulistiwa adalah kisaran suhu udara 22,5o - 9o C. Uraian tersebut menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang sejuk, nyaman, danramahanak akan menunjang suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. SMP Negeri 3 Gading sebagai salah satu sekolah negeri yang berada di Jalan Sutarjo No 1 DesaCondongKecamatan Gading Kabupaten Probolinggo memiliki potensi tanah yang subur, udarayangsegar, nyaman, lingkungan yang asri sehingga sangat mendukung dalamproseskegiatanpembelajaran siswa baik di dalam maupun di luar ruang kelas. 

AKSI NYATA 

Melihat latar belakang di atas SMPN 3 Gading telah mengimplementasikan Gerakan Sekolah Hijau(Green School Program). Gerakan Sekolah Hijau (Green School Program)inimerupakan bentuk aksi nyata yang lahir dari aspirasi murid dan aset sekolah. Aspirasi murid diungkapkan melalui kumpulan puisi karya murid mengenai sekolah impian. Program sekolah dirumuskan bersama seluruh warga sekolah, komite sekolah, orang tua murid, dan masyarakat. Program Gerakan Sekolah Hijau (Green School Program) dilaksanakan melalui alur tahapan BAGJA yang diantaranya: 

1. Buat Pertanyaan 

a. Menggali cita-cita dan harapan murid terhadap suasana/lingkungan sekolahimpian; 

b. Melibatkan murid, kepala sekolah, guru, dan seluruh waga sekolah untuk menginventarisasi kekuatan dan potensi yang dimiliki. 

2. Ambil Pelajaran 

Mengidentifikasi lingkungan sekolah yang nyaman untuk kegiatan pembelajaran; 

3. Gali Mimpi 

a. Menanyakan pendapat kepada murid, guru, kepala sekolah dan seluruh wargasekolah tentang lingkungan sekolah yang nyaman dan menyenangkan bagi mereka; 

b. Meminta murid menuliskan sekolah impian melalui sebuah puisi. 

4. Jabarkan Rencana 

a. Membuat capaian target yang realistis; 

b. Merencanakan pelaksanaan program;

5. Atur Eksekusi 

a. Menyusun tim kerja; 

b. Menyepakati tenggat penyelesaian pekerjaan masing-masing tim; 

c. Melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi. Ada dua hal menarik dalam melaksanakan sebuah Program Sekolah, diantaranya: 

1) MELR : Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting (monitoring, evaluasi, pembelajaran,dan pelaporan), dan 

2) manajemen resiko. 

Kedua materi tersebut dapat dijadikan sebagai tools (alat) untuk mengelola suatu pogram sekolah yang berdampak pada murid. Monitoring dan evaluasi adalah suatu aktivitas yang sangat penting untuk mendukung tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang dilakukan.

Gambar 1. Halaman Sekolah Hijau SMPN 3 Gading melalui Program Sekolah Hijau ( Green 

                  School Program)


Optimalisasi sarana dan prasarana juga menjadi salah satu bagian dari program Gerakan Sekolah Hijau. Tujuan dari optimalisasi sarana dan prasarana yang tidak lain adalah sebagai salah satu bentuk upaya pengembangan minat dan bakat murid. Sarana dan prasaranayangsudah mulai terealisasi diantaranya: 1) Bak sampah Tiap-tiap Kelas, 2) Alat-alat Kebersihan Kelas dan lingkungan sekolah, dan 3) Bak sampah organik dan orgganik.

  

  Gambar : Pengadaan Bak Sampah Tiap -tiap Kelas,

Gambar 2. Optimalisasi Pemenuhan Sarana dan Prasarana Program Gerakan Sekolah Hijau

HASIL AKSI NYATA 

Hasil dari Program Gerakan Sekolah Hijau (Green School Program) di SMPN 3 Gading telah menunjukkan keberpihakan pada murid. Hasil tersebut terlihat dari sudahdimanfaatkannya sarana dan prasarana kebersihan untuk pelaksanaan Gerakan Sekolah Hijau (Green School Program), sudah dimanfaatkannya Bak Sampah sertaalat-alatkebersihan sebagai media untuk melaksanakan Gerakan Sekolah Hijau

Gambar 3.Optimalisasi Pemenuhan Sarana dan Prasarana Sekolah Sesuai Kearifan Lokal melalui Kegiatan Jumat Bersih (Ruang Kelas Semakin Bersih dan Menyenangkan).


Terlihat seperti yang disajikan pada gambar bahwa Program Sekolah Hijau (Green School Program) telah menunjukkan progresnya. Berdasar hasil observasi di lapangan, dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak juga hadir, diantaranya mulai dari komite sekolah, orangtua murid, masyarakat, pengawas sekolah dan dinas pendidikan yang merupakan salah satu apresiasi dan dukungan terhadap program Gerakan Sekolah Hijau (Green School Program)yang sedang diimplementasikan. Beliau berharap program Gerakan Sekolah Hijau (Green School Program) dapat menginspirasi sekolah lain untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Respon positif juga terlihat dari warga masyarakat dengan membentuk sebuahkomunitas“Forum Peduli Sekolah.” Komunitas ini bermula dari rasa bangga masyarakat terhadap perkembangan sekolah yang cukup signifikan sejak diimplementasikannya program Gerakan Sekolah Hijau (Green School Program). Berdasar kondisi tersebut, masyarakat bermaksud untuk menyelenggarakan pengembangan Gerakan Sekolah Hijau (Green School Program)tersebut telah direalisasikan untuk mengembangkan lahan kosong yang belum ditanami untuk dikembangkan dengan tanaman-tanaman perdu. Bahkan untuk pengembangan lingkungan sekolah, semua guru dan murid secara sukarela membawa bunga beserta potnya untuk ditanam di lingkungan sekolah baik di taman depan ruang guru dan serta didepan ruang kelas masing-masing. Semuanya digunakan untuk pengembangan Gerakan Sekolah Hijau (Green School Program).

2. Perasaan (Feelings) 

Saya merasa senang dan bersyukur atas terealisasinya program sekolah hijau. Berkatkerjasama, komunikasi, dukungan dari semua pihak sehingga program sekolah hijau dapat membuahkan hasil sesuai yang diharapkan. Tugas yang tidak mudah dan justru lebih beratmenurut saya adalah mempertahankan eksistensi program tersebut.

3. Pembelajaran (Findings) 

Pembelajaran berharga dari mulai merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan melakukan pengawasan program sekolah hijau adalah optimisme, komunikasi, kerjasama,dan konsistensi. Kesemuanya itu menjadi modal berharga bagi saya pribadi, bagi kepala sekolah dan semua warga sekolah. Berbagai kendala dalam pelaksanaan program menjadikan pembelajaran berharga bagi para pelaksana program sehingga program dapat terealisasi dan membuahkan hasil.

4. Penerapan ke Depan (Future) 

Rencana lanjutan adalah mempertahankan konsistensi keberlangsungan program. Dari berbagai kendala menjadikan pembelajaran yang di kemudian hari untuk dapat diantisipasi sehingga tidak menimbulkan kegagalan. Program Sekolah Hijau akan terus hadir bersama seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. 

Sumber Rujukan: 

Hartawan, Anton. (2012). Studi Pengaruh Suhu Terhadap Kecepatan Respon Mahasiswa Di Ruang Kelas Dengan Metode Design Of Experiment. 

(Online), (http://www.lib.ui.ac.id), diakses 2 Oktober 2021. 

Widodo, W. (2017). Wujud kenyamanan belajar siswa, pembelajaran menyenangkan, danpembelajaran bermakna di sekolah dasar. 

Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan Dan Hukum Islam, 14 (2), 22-37

Comments

Post a Comment